USAHA DAN DOA….seiring

Dikisahkan penduduk Basra yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Penduduk Basra pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham, ”Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham), Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. Kami warga Basra sudah bertahun-tahun berdoa, tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?”

 

Ibrahim bin Adham menjawab, ”Wahai penduduk Basra, karena hati kalian telah mati dalam 10 (sepuluh) hal. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan oleh Allah.

  • Kalian mengakui kekuasaan Allah, tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya.
  • Setiap hari kalian membaca Al-Quran, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
  • Kalian selalu mengaku cinta kepada Rasul, tetapi kalian meninggalkan amal sunnahnya.
  • Setiap hari kalian membaca ta’awudz, berlindung kepada Allah dari syaitan yang kalian sebut sebagai musuh, tetapi setiap hari pula kalian memberi makan syaitan dan mengikuti langkahnya.
  • Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga, tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu.
  • Katanya kalian takut masuk neraka, tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri ke dalamnya.
  • Kalian mengakui bahwa maut adalah kepastian, tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
  • Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya.
  • Setiap saat kalian menikmati karunia Allah, tetapi kalian lupa mensyukurinya.
  • Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu, tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu.”

”Wahai penduduk Basra, ingatlah sabda Rasulullah, “Berdoalah kepada Allah, tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main.”

 

 

Orang bijak mengatakan, doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Doa dan usaha adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan. Kita tidak boleh hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan. Kita juga tidak boleh hanya berusaha saja, tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita.

 

Doa adalah permohonan, pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Doa itu intinya adalah ibadah, doa adalah senjata, doa adalah obat, doa adalah pintu segala kebaikan. Seluruh hamba sangat bergantung kepada Penciptanya. Setiap hamba memang harus berdoa, sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasan. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya, namun di balik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan.

 

Sebaik-baiknya kelebihan-kelebihan yang kita miliki, kita mempunyai kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi, untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT, berdoa dengan penuh kekhusyukan, penuh harapan, tulus, pasrah dan ikhlas, seperti yang difirmankan Allah, “Wahai manusia, kamulah yang memerlukan Allah, dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji.” ( Faathir: 15).

 

Apapun persoalan hidup kita, apakah kita sedang bahagia atau sedih, tetaplah berdoa kepada Allah. Jangan berhenti memanjatkan doa kepada Allah, kerana doa adalah masa depan kita. Doa adalah kekuatan kita, doa adalah senjata kita.

 

Dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya…

 

 

Dari penulis yang tiada sebarang prasangka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s